Image Hosted by ImageShack.us


Monday, September 22, 2008
7 batang rokok dan cacatan tentang pilihan

asbak hampir penuh. asap memenuhi ruangan sempit yang tak terlalu pengap karena kipas angin menyiurkan udara. tanganku masih tegang diatas laptop. tak satu kalimatpun keluar. kulihat bungkus rokok yang tergeletak diantara flashdisk dan dvd bajakan, sudah habis. rupanya saat buka puasa tadi aku sudah menghisap lima batang rokok.. betapa parahnya. kucium kaosku.. beraroma tembakau.

banyak cerita yang kudengar sedari kemarin. dari beberapa orang.

cerita tentang pilihan. seorang kawan bercerita tentang pilihannya terlibat dalam sebuah kerja dengan job yang tidak jelas. ia rela melakukan itu, karena merasa bisa bekerja "dengan hati." dengan segala keriangan perasaan. dan itu kemudian membuat semua pekerjaan diterimanya, asal masih dalam isyu yang sama. sampai kemudian ia sadar. ia kecapekan sendiri. untung ia sadarnya bukan di ruangan UGD, dengan selang infus yang menjalar ditangannya. satu lontaran yang pahit sempat kudengar. "gara-gara pekerjaan ini gw jomblo sampai sekarang." "pait mass.." kataku terbahak.

kemudian cerita teman yang lain.. tentang pilihan untuk setia, tetapi makan hati.
menyiksa perasaan. sampai aku akhirnya menyimpulkan.. "mashokis banget sih loo!"

tapi, semua itu adalah pilihan. termasuk keberadaanku sendiri. disini. dengan ritme yang ajaib, dan tegangan yang seperti listrik tak lancar arusnya.. turun naik.

PILIHAN.. ternyata tak hanya berarti resiko..
pilihan.. selalu harus ada yang dikorbankan dalam setiap pilihan

Posted at 22.9.08 by seblat
Make a comment  




Monday, September 15, 2008
menggantang duka

Seperti menyobek tissu dari atas meja. Duka demi duka tak habis-habis.
Tak ada lagi stok untuk tangis.. Airmata tumpah, kering Lagi, tumpah lagi, kering lagi.
Rasa iba? Sudah sering beratus kali terucap dari mulut.

Kemiskinan menampakkan wujud aslinya. Kemiskinan yang sudah menjadi kebiasaan di negeri ini. Kemiskinan yang lalu-lalang di depan muka. Kemiskinan yang tak cukup selesai ditulis. Dalam catatan lembaran duka. berbuku-buku Bergiga-giga bite...
Kemiskinan.. Yang harus diakui karena PENGUASA TAK BECUS MENGATUR NEGARA!

Dan cerita hari ini. Tentang tewasnya 21 rakyat miskin di Pasuruhan.
Sepertinya bukan cerita terakhir.


(hanya bisa "melihat" dari porong, sidorjo)

Posted at 15.9.08 by seblat
Make a comment  




Sunday, September 14, 2008
yang paling kubenci

jatuh cinta lagi.
ya..
itu
yang paling
ku
benci

Posted at 14.9.08 by seblat
Make a comment  




Saturday, September 13, 2008
seberapa lama

hati yang beku
atau sakit yang dikekalkan
setidaknya
jangan biarkan
sakit berkepanjangan
karena cinta sejati
hanya Dia yang memiliki

Posted at 13.9.08 by seblat
Make a comment  




Sunday, September 07, 2008
peluk

karena kau tak bisa menipu
lewat tatap...tanpa ucap..
apalagi peluk..

Posted at 7.9.08 by seblat
Make a comment  




Next Page
 



seblat
October 28th
Male
jakarta


   





 
<< October 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Solidaritas Korban Lumpur Lapindo






rumah mayanya
rahman


















 
Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed