Tuesday, October 20, 2009
dipintumu
kusemai rindu
di parasmu
yang tak juga
bisa kuhapus
dari ingatan ini
kutiupkan rindu
di sisa waktu
yang tak kutahu
kapan berakhir
kupahat rindu
aku merindu
pada setiap jejak
tentangmu
(kepada mbak seri kesekian kali)
Posted at 20.10.09 by
rahman seblat
Permalink
Sunday, October 11, 2009
ternyata. tak bisa kukebiri rindu. yang melintas menghadirkan tiap detik perjumpaan kemarin. yang mungkin tak kau anggap lagi. juga cinta yang kusangka beku. ternyata tak juga berlalu
(kepada mbak seri kesekian)
Posted at 11.10.09 by
rahman seblat
Permalink
akulah penyair
kukangkangi kata-kata
kutiduri setiap abjad
kubuahi setiap malam
dengan nafsu memaki
mencerca.. menohok
melontarkan serapah
tumpah ruah
akulah penyair
mengukir setiap peristiwa
menjadi rintik hujan
yang kadang membadai
kadang liris
kadang menusuk
mematikan
akulah penyair
menggelandangi malam
menyusuri siang
dengan gelisah
dengan amarah
tak boleh nyaman
tak boleh aman
tak boleh
selalu siaga
selalu terjaga
meski lapar
meski terkapar
akulah penyair..
ya.. penyair
maka ibu mengusirku
bapak menghardikku
calon mertuwa menendangku
pacar meludahiku
teman-teman mengasihaniku
sambil nyinyir
lalu kucari lonte
kusetubuhi
dengan sisa honor kemarin
dari koran daerah
yang jelas murah
juga dari hasil ngamen
di acara LSM
yang hanya ngasih ongkos transport
tapi aku biasa jalan kaki
jadi uang itu bisa kupakai
beli wisky palsu,
juga perempuan
di pinggir jalan
akulah penyair
menyisakan hari
diwarnet murahan
memajang kata
yang sekarang ini
sedang anda baca
(catatan untuk seorang kawan)
Posted at 11.10.09 by
rahman seblat
Permalink
Thursday, October 08, 2009
kita
seperti semula
semoga
kita
tak ada kita
yang ada
kau dan aku
tanpa rasa
tanpa rindu
semoga
Posted at 8.10.09 by
rahman seblat
Permalink
Saturday, September 26, 2009
mengingatmu adalah
mengelus perih
melupakanmu adalah
menghapus bayang-bayang
Posted at 26.9.09 by
rahman seblat
Permalink